Yudha Situmorang The Other Side Of An Engineer

Menggapai Impian : Sebuah Strategi Dalam Berencana

M

Secara psikologi, ada kecenderungan respon manusia yang bekaitan dengan waktu, dimana ketika membahas masa lalu orang – orang cenderung menunjukkan emosi kerinduan, penyesalan, kebahagiaan dan berbagai emosi lainnya yang mendorong mereka juga ingin bercerita tentang pengalamannya tersebut. Lain halnya dengan masa depan, respon orang terhadap masa depan cenderung takut, gelisah, dan khawatir dikarenakan tidak ada bayangan akan apa yang terjadi.

Sebagai contoh, siapa yang menyangka kita akan berdiam diri dirumah selama 7 bulan berturut – turut dikarenakan pandemi? Siapa yang menduga akan terdapat lonjakan pengangguran, fluktuasi pergerakan pasar modal, dan berbagai hal unpredictable di tahun ini? Tidak ada! Dikarenakan ketidakpastiaan dan ketidaktahuan inilah, yang mendorong manusia memiliki respon yang cenderung sama terhadap masa depan yaitu KHAWATIR.

Strategi Berencana
Mulai Menyusun Rencana

Sebagai langkah mitigasi terhadap hal – hal yang tidak terduga kita perlu menyusun sebuah RENCANA. Didunia tambang kerap kali digaungkan slogan yang berisi “Jika kita gagal untuk merencanakan, berarti kita berencana untuk gagal” itulah pentingnya sebuah rencana. Demikian juga halnya dalam menggapai impian perlu disusun rencana yang matang agar kita bisa menggapai Impian kita.

Menetapkan Goals/Tujuan

Dalam memulai menyusun rencana, perlu adanya target/goals sehingga rencana itu disusun. Goals lahir dari target atau impian yang kamu miliki. Misalkan,dimana kamu membayangkan dirimu 10 tahun kedepan?  Pastikan kamu menulis target/goals kamu dengan jelas dan terukur. Dalam menuliskan target kita dapat menggunakan metode S-M-A-R-T, yaitu :

Spesifik

Tujuan dan terget harus dijelaskan secara spesifik, bukan dengan menggunakan kalimat – kalimat yang general misalnya “saya ingin menjadi manager di usia 30 diperusahaan multinasional” atau bisa dengan “saya ingin pensiun di usia 40 tahun”. 

Measureable

Tujuan harus terukurm misalnya jika menggunakan target kita tadibisa ditambahkan keterangan terukur yang lebih detail misalnya “saya ingin pensiun di usia 40 tahun dengan passive income Rp. xxx.xxx.xxxx perbulan”.

Achiveable

Dalam poin ini, tujuan yang kita set harus dapat dicapai artinya tidak terlalu mudah ataupun realistis untuk di gapai. Kenapa? karena kita bukan Tom Cruise yang bisa melakukan Mission Impossible (becanda). Hal ini menjadi penting agar kita bisa mengukur usaha apa saja yang perlu kita asah untuk mencapai target tersebut dan bisa menakar peluang untuk menggapai hal tersebut.

Relevant

Pastikan target yang kita susun memang relevan dengan apa yang kita jalani saat ini, Agar prosesnya saling mendukung dan sinkron. Sehingga ketika salah satu target kita tercapai maka akan semakin mendekatkan kita dengan tujuankita yang lain.

Timebound

Tetapkan deadline kapan tujuan kita ini harus dicapai, agar kita bisa mengevaluasi secara berkala apakah kita sudah cukup serius untuk mengejar impian kita. Pastikan kamu menyusun timebound yang realistis dan tetapkan apakah tujuan kamu ini termasuk tujuan jangka panjang atau jangka pendek yang akan lebih detail kita bahas dibawah ini.

Strategi Berencana

Strategi Berencana
Diagram Tahapan Perencanaan

Dalam frame work dunia tambang maupun bisnis secara umum perencanaan dibagi terhadap 3 zona range waktu yaitu Longterm, Midterm, dan Short term. Durasinya akan berbeda – beda sesuai dengan yang kamu inginkan tetapi disini saya akan menggambarkannya sebagai berikut :

  • Long Term : durasi waktu lebih dari 4 tahun
  • Mid Term : 3 – 4 tahun
  • Short Term : <1  tahun

Mari kita coba mulai menyusun sebuah rencana, sebagai langkah pertama coba tetapkan Target jangka panjangmu menggunakan metode SMART yang telah disebutkan diatas. Misalkan, saya adalah seorang  Mahasiswa baru angkatan 2020 dan saya bercita – cita ingin bekerja di perusahaan internasional yang ada di Indonesia ketika saya lulus.

Long Term Goal : Ketika lulus pada tahun 2024 siap untuk bekerja di perusahaan Internasional

Kamu bisa mendetailkan long term goal kamu jika kamu memiliki perusahaan impian yang spesifik, sesudah kita menetapkan long term goal tersebut, mari kita coba breakdown apa saja yang dibutuhkan untuk bisa bekerja di perusahaan International, sebagai contoh :

  • Memiliki IPK diatas 3.25
  • Memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik (Toefl > 500 atau IELTS > 6 )
  • Memiliki Kepemimpinan dan Kemampuan beradaptasi yang baik

Ketiga poin tersebut kita jadikan Midterm Goal kita bahkan kita bisa menambahkan Goal tambahan yang munkin bisa mempermudah kita menggapai long term goal kita.

Mid Term Goals :

A. Lulus Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK 3.6)

B. Memiliki Score IELTS Overall Score 6,5

C. Menjadi Ketua Organisasi di Kampus

D. Memenangkan Lomba Paper/Karya Tulis Ilmiah

Lalu, dari Mid Term goals yang ada mari kita coba breakdown menjadi target – target yang lebih kecil yang bisa kita ukur dan evaluasi dalam waktu yang relatif singkat atau menjadi Short Term Goals kita, berikut penjabarannya

A. Lulus Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK 3.6)

Short Term Goals dan Actioan Plan:

  • Review materi sebelum dan sesudah kuliah 25 menit setiap hari
  • Kehadiran kuliah 100%
  • Mengerjakan tugas kuliah 100%

B. Memiliki Score IELTS Overall Score 6,5

Short Term Goals dan Actioan Plan:

  • Menambah kosa – kata 10/hari
  • Menjawab soal – soal IELTS 30 menit setiap hari

C. Menjadi Ketua Organisasi di Kampus

C.1. Memahami Organisasi dengan baik

Short Term Goals dan Actioan Plan:

  • Mempelajari dan memahami AD/ART organisasi 100%.
  • Mempeljari dan memahami workflow organisasi 100%.
  • Mengenal 100% anggota organisasi.

C.2.Memiliki  Track record yang baik

Short Term Goals dan Actioan Plan:

  • Menjalankan Proker 100%
  • Hadir rapat tepat waktu dan jumlah kehadiran 100%
  • Melakukan improvement proses pekerjaan di organisasi 2 improvement per semester

D. Memenangkan Lomba Paper/Karya Tulis Ilmiah

Short Term Goals dan Actioan Plan:

  • Mencari informasi lombar paper 1 minggu 1x
  • Mengikuti pelatihan paper 1x
  • Menulis Paper 1 bulan 1x
  • Membaca dan riset artikel ilmiah 1 minggu 1x

Bagaimana? ada bayangan kan untuk memulai menyusun strategi rencana untuk menggapai impianmu? Sebaiknya coba renungkan dulu target jangka panjangmu dengan baik, karna itu akan menjadi pondasi utama yang menjadi target usaha dan fokus mu hari ini. Untuk midterm planning dan short term planning dapat dievaluasi berkala untuk memastikan relevansi dengan long term goal kita.

Metode perencanaan ini juga bisa kamu terapkan dimanapun loh, misal jika kamu ingin membeli rumah atau perencanaan finansial lain. Tinggal breakdown saja plan jangka panjang mu, lalu turunkan sampai komponen terkecil dalam jangka waktu lebih singkat yang bisa kamu monitor setiap hari. Sebagai penutup, satu quote yang paling terkenal didalam dunia perencanaan adalah “Sebaik – baiknya rencana, rencana yang terbaik adalah rencana yang terlaksana” tetap semangat dan komitmen ya menggapai impianmu!

About the author

Yudha

An Engineer, Blogger and Long Life Learner. I'm on my way to quarter life crisis.

1 Comment

By Yudha
Yudha Situmorang The Other Side Of An Engineer

Yudha

An Engineer, Blogger and Long Life Learner. I'm on my way to quarter life crisis.

GET IN TOUCH

Reach Me : yud.situmorang@gmail.com